Zaka

19 Agt

Kediri, Indonesia

Banggalah pada dirimu sendiri, Meski ada yang tak Menyukai. Kadang mereka membenci karena Mereka tak mampu menjadi seperti dirimu.
::
Start
Zaka
Shutdown

Navbar3



Search This Blog

Friday, June 12, 2009

TAPAK SEJARAH
BEGAWAN BHAGAWANTA BHARI

Pada zaman dahulu kala ada seorang petapa sakti yang bernama Begawan Bhagawanta Bhari. Dia adalah seseorang yang tua, beliau tak pernah memakai baju dan selain itu beliau adalah seorang muslim yang sangat baik. Dia sangat di hormati oleh para penduduk desa dan beliau juga mengajarkan ajaran kebaikan kepada penduduk desa, oleh karena itu desa tersebut aman dan tentram.
Suatu ketika Tuhan mendatangkan cobaan melalui musim kemarau panjang, akibatnya desa ini kekeringan dan terjadi gagal panen, penduduk desa banyak yang meninggalkan desa ini dan menca.ri desa yang masih subur. Penduduk yang masih tetap di desa ini mereka meminta petunjuk kepada Begawan Bagawanta Bhari, kemudian beliau bertapa dan meminta petunjuk dari Tuhan.
Dan setelah mendapatkan petunjuk, beliau mengakhiri pertapaannya dan akan melaksanakan petunjuk itu, yang pertama beliau mengambil blarak (daun kelapa yang sudah kering) kemudian beliau mencambukkan blarak tersebut ketanah dan seketika terdengar sebuah halilintar, petunjuk yang kedua kemudian beliau menyeret blarak tersebut ke desa yang dilanda kemarau, seketika itu bekas seretan jadi sungai yang jernih dan deras akhirnya sekitar sungai itu jadi subur kembali.
Setelah itu beliau istirahat kemudian terdengar teriakan tolong... tolong... rinjingku dibawa arus sungai ini, teriakan perempuan yang mengejar rinjingnya (Wakul besar yang terbuat dari anyaman bambu) kemudian beliau mengambilnya dan memberikan kepada pemiliknya.
Perempuan itu mengucapkan terima kasih kepada beliau dan menceritakan kebaikan beliau disepanjang jalan kepada orang yang dijumpainya. Sejak itulah sungai itu disebut Sungai Serinjing / Harinjing.
Beliau semakin dihormati oleh orang desa, namun beliau tetap rendah hati dan menjadi petapa serta memberi bantuan kepada orang yang membutuhkan. Daerah yang dilalui sungai tersebut menjadi subur dan hasil panennya melimpah ruah bahkan sampai ke Kerajaan Mataram.

0 comments: